Aksi Rabu wekasan buruh Serang

 Serang, SPNkomplainmedia - Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional  Kab. Serang menginstruksikan kepada seluruh PSP SPN Se-Kabupaten Serang untuk mengikuti Aksi  ke kantor DPRD kabupaten Serang, Rabu (21/9).

    Dipimpin langsung oleh Asep Saepulloh SH MM, ratusan perwakilan kaum Buruh Serang Banten kembali harus mengadu nasib di pengadilan jalanan untuk menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak nya kepada Pemerintah Pusat yang terus mengrogoti kesejahteraan kaum Buruh. Karena hanya langkah inilah yang Buruh bisa sampaikan aspirasinya. Setiap Buruh sambangi Kantor - kantor Anggota Dewan baik yang di daerah maupun pusat tidak pernah mau menemui kami.

    Sesampainya di depan Gedung DPRD kabupaten Serang Perwakilan Buruh di terima langsung oleh H. Mansyur selaku Wakil ketua DPRD, satu persatu perwakilan Kaum Buruh menyampaikan seluruh unek-uneknya, permasalahan perBuruhan yang sekarang terjadi dan di alami Buruh Serang Banten. Buruh menilai bahwa Pemerintah semakin hari semakin menyengsarakan Buruh kabupaten Serang dan seluruh Rakyat Indonesia.

    Dengan kenaikan BBM sekitar 30% ini adalah pukulan berat yang di berikan Pemerintah kepada kaum Buruh Banten serta Rakyat Indonesia pada umumnya. Perwakilan Buruh yang di terima H. Mansyur sangat menyayangkan dengan kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM sedangkan UMK dan UMSK tidak ada kenaikan selama kurun waktu 3 tahun. Semenjak si Omnibuslaw CIPTA KERJA di sahkan.

    Melalui perwakilannya Buruh kabupaten Serang Banten bahwa Buruh menolak dengan tegas kenaikkan BBM bersubsidi serta meminta kepada DPRD kabupaten Serang untuk menyatakan sikap penolakan atas kebijakan Pemerintah tersebut. Para negosiator kaum Buruh meminta pernyataan sikap dari DPRD kabupaten Serang bukan rekomedasi, karena kalau rekomendasi itu di nilai kurang kuat dan di anggap lemah bagi kaum Buruh.

    Dan akhirnya  Ketua DPRD kabupaten Serang yang di wakili oleh H. Mansyur selaku Wakil ketua DPRD kabupaten Serang beserta jajarannya siap mendukung apa yang menjadi tuntutan para Buruh Serang, diantaranya menolak dengan tegas kenaikan harga BBM, menaikkan UMK dan UMSK tahun 2023 dan mendukung penuh kaum Buruh agar Pemerintah pusat mencabut UU Omnibuslaw CIPTA KERJA,tegas H. Mansyur.(agus_SKM)